STRATEGI KESOPANAN DALAM MENGATASI TINDAK MENGANCAM MUKA: STUDI KASUS PERNYATAAN MARSHANDA PERIHAL AYAHNYA

Satwiko Budiono

Abstract


Marshanda kembali menjadi sorotan publik dengan ditangkapnya seorang pengemis yang mengaku sebagai ayah dari artis cilik ini. Tentu saja, hal tersebut membuat masyarakat menunggu konfirmasi dari Marshanda terkait benar atau tidaknya pengakuan seorang pengemis tersebut. Ketika melakukan konfirmasi melalui konferensi pers, Marshanda membenarkan berita yang beredar dan mendapatkan tangapan positif dari masyarakat. Kondisi yang demikian membuat penulis tertarik mengidentifikasi strategi kesopanan apa yang dilakukan oleh Marshanda saat konferensi pers yang notabene ada tindak keterancaman muka pada dirinya dan malah mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, teori strategi kesopanan disertai teori tindak mengancam muka digunakan dalam tulisan ini sebagai landasan teori. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya tindak mengancam muka negatif terhadap Marshanda membuat dirinya berusaha mengurangi keterancaman muka tersebut dengan menggunakan strategi kesopanan positif dan bukannya strategi kesopanan negatif. Strategi tersebut pun sukses membuat Marshanda mendapat perlokusi positif dari masyarakat.

Keywords


Strategi kesopanan, tindak mengancam muka, dan tindak tutur Marshanda

References


Afriani, S. H. (2008). Penalaran Strategi Berstuktur dalam Pidato Politik Berbahasa Ingris: Studi Atas Tindak Pengancam Muka Presiden Amerika Seriikat George W. Bush [Universitas Indonesia]. http://lontar.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=20251281&lokasi=lokal

Austin, J. L. (1962). How Do To Things With Words (p. 167). Oxford University Press.

Brown, P., & Levinson, S. C. (1978). Politeness: Some Universals in Language Usage (Studies in Interactional Sociolinguistics 4). 345. https://doi.org/10.2307/3587263

Chang, W. L. M., & Haugh, M. (2011). Strategic Embarrassment and Face Threatening in Business Interactions. Journal of Pragmatics, 43(12), 2948–2963. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2011.05.009

Cutrone, P. (2011). Politeness and Face Theory : Implications for the Backchannel Style of Japanese L1 / L2 Speakers. Universit of Reading Language Studies Working Papers, 3, 51–57.

Cutting, J. (2002). Pragmatic and Discourse: A Resource Book for Students. Routledge.

Goffman, E. (1967). Interaction Ritual. In Sociology and social research (Vol. 72, Issue 2). Doubleday.

Hartini, H. I., AR, H. F., & Charlina, C. (2017). Kesantunan Berbahasa dalam Komentar Caption Instagram. Indonesian Language and Literature Education, C, 1–14.

Liu, X., & Allen, T. J. (2014). A Study of Linguistic Politeness in Japanese. Open Journal of Modern Linguistics, 04(05), 651–663. https://doi.org/10.4236/ojml.2014.45056

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. PT Raja Grafindo Persada.

Richards, J. C., & Schmidt, R. W. (2013). Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics. In Longman Dictionary of Language Teaching and Applied Linguistics. Pearson Education. https://doi.org/10.4324/9781315833835

Searle, J. R. (1979). Expresion and Meaning: Studies in the Theory of Speech Acts. Cambridge University Press.

Subroto, D. E. (2007). Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Sebelas Maret University Press.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa (Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis). Duta Wacana University Press.

Wijana, D. P. (1996). Dasar-dasar Pragmatik. Penerbit Andi.

Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford University Pres.




DOI: https://doi.org/10.26499/kelasa.v16i2.203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Kelasa Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefOne SearchMorarefRoad

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2019 


KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG

Kompleks Gubernuran, Jalan Beringin II No. 40, Kec. Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Lampung 35221 

 

View My Stats