Ambivalensi Tokoh-Tokoh dalam Novel Pangeran dari Timur Karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi: Kajian Poskolonial

Muharrsyam Dwi Anantama, Puspita Trie Utami, Aditya Setiawan

Abstract


This paper seeks to illuminate the ambivalence experienced by the characters in the novel Pangeran Dari Timur by Iksaka Banu and Kurnia Effendi with a postcolonial perspective. This novel is set in colonial history that tells the life journey of Raden Saleh and the events of colonialism in Indonesia to grasp independence. The postcolonial perspective used in this study functions to identify the ambivalence experienced by the characters in the novel Pangeran Dari Timur as a result of colonial discourse that is always in the dominant pole and the natives are in a subaltern position. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source of this research is the novel Pangeran Dari Timur by Iksaka Banu and Kurnia Effendi. The data taken in this study were then analyzed using an interactive analysis model. The results showed that ambivalence was experienced by Raden Saleh and Mother Ratna Juwita in the novel Pangeran Dari Timur. Even though both of them lived by imitating the Dutch, they were still considered Natives who were culturally far below the Dutch.

 

Abstrak

Tulisan ini berupaya meneroka ambivalensi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi dengan perspektif poskolonial. Novel ini berlatar sejarah kolonial yang menceritakan perjalanan hidup Raden Saleh dan peristiwa penjajahan di Indonesia hingga menggenggam kemerdekaan. Perspektif poskolonial yang digunakan dalam penelitian ini difungsikan untuk mengidentifikasi ambivalensi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur sebagai akibat wacana kolonial yang selalu berada dalam kutub dominan dan pribumi berada di posisi subaltern. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Pangeran Dari Timur karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi. Data yang telah diambil dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambivalensi dialami oleh tokoh Raden Saleh dan tokoh Ibunda Ratna Juwita dalam novel Pangeran Dari Timur. Meskipun keduanya hidup dengan meniru Belanda, mereka tetap dianggap kaum Pribumi yang secara kebudayaan berada jauh di bawah Belanda.


Keywords


postcolonial; colonial; ambivalence

Full Text:

PDF

References


Alwadhaf, Y. H., & Omar, N. (2011). Narrating the Nation and its Other: The emergence of Palestine in the postcolonial Arabic novel. 3L: Language, Linguistics, Literature®, 17.

Arong, M. R. (2018). Temporality In Nick Joaquin's The Woman Who Had Two Navels. Kritika Kultura. (30), 455-473

https://doi.org/10.13185/KK2018.03034

Ashcroft, B. (1995). The Post-colonial Studies Reader. London: Routledge.

Banu, I dan Kurnia Effendi. 2020. Pangeran Dari Timur. Yogyakarta: Bentang.

Fatimah, E. R. (2014). Nasionalisme dalam Cerpen "Mardijker" Karya Damhuri Muhammad: Kajian Poskolonialisme. Jurnal Poetika, 2(2).

https://doi.org/10.22146/poetika.v2i2.10442

Foulcher, K & Tony Day. (2008). Clearing a space: postcolonial readings of modern Indonesian literature (terj. Koeslah Soebagyo Toer dan Monique Soesman). Jakarta: Buku Obor.

Jabrohim. (2015). Teori Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jamagidze, M. (2018). Frontier Orientalism and the stereotype formation process in Georgian literature. World Literature Studies, 10(1), 88-99.

Jerome, C., Hashim, R. S., & Ting, S. H. (2016). Multiple literary identities in contemporary Malaysian literature: An analysis of readers' views on Heroes by Karim Raslan. 3L: Language, Linguistics, Literature®, 22(3).

https://doi.org/10.17576/3L-2016-2203-03

Jeyifo, B. (2004). Wole Soyinka Pilitics, Poetics, and Postcolonialism. New York: Cambridge University Press.

https://doi.org/10.1017/CBO9780511486593

Milles, Matthew B. & Hubberman, Michael A. (2014). Qualitative Data Analysis A Method Sourcebook Third Edition. California: Sage Publications.

Nasri, D. (2016). Ambivalensi kehidupan tokoh Larasati dalam roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian pascakolonialisme. Madah, 7(1), 25-36.

https://doi.org/10.31503/madah.v7i1.440

Oktarina, D. (2018). Dari sudut pandang

narator: Ambivalensi dan hibriditas dalam sja'ir Kompeni Welanda berperang dengan Tjina. Kandai, 14(2), 243-256.

https://doi.org/10.26499/jk.v14i2.649

Rakhman, A. K. (2014). Ambivalensi Nasionalisme dalam Cerpen "Clara Atawa Wanita Yang Diperkosa" Karya Seno Gumira Ajidarma: Kajian Poskolonial. Jurnal POETIKA, 2(2).

https://doi.org/10.22146/poetika.10409

Spivak, G. C. (1999). A Critique of Postcolonial Reason Toward A History Of The Vanishing Present. London: Harvard University Press.

https://doi.org/10.2307/j.ctvjsf541

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Taufiqurrohman, M. (2018). Frantz FanonKebudayaan dan Kekuasaan. Yogyakarta: Resist Book.

Wibisono, A., Waluyo, H. J., & Subiyantoro, S. (2018). Mimikri Sebagai Upaya Melawan dalam Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 37-43.

https://doi.org/10.33603/deiksis.v5i2.1136

Widyaningrum, R. D. (2016). Analisis Postkolonial Kumpulan Cerpen Semua Untuk Hindia Karya Iksaka Banu, Nilai Pendidikan Karakter dan Relevansinya dengan Materi Ajar Kajian Prosa Fiksi di Perguruan Tinggi (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University).




DOI: https://doi.org/10.26499/kelasa.v15i1.20

Refbacks





Kelasa Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefOne SearchMorarefRoad

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2019 


KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG

Kompleks Gubernuran, Jalan Beringin II No. 40, Kec. Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Lampung 35221 

 

View My Stats