Tokoh-Tokoh Berperspektif Feminisme dalam Novel Twilight Karya Stephenie Meyer

Nursis Twilovita

Abstract


Men and women are created equal, and they are perfected by His creator by being given the rights inherent in him, the right to life, freedom, and the achievement of happiness. Therefore, the writer in this paper wants to look at figures who have a feminist perspective in the Twilight novel by Stephenie Meyer. Women with all the dynamics that oppose the material and source of inspiration that will never end. Woman is a figure that has two very opposite sides. On one side of a woman is a very charming beauty. However, on the other hand, women are often considered weak. In this connection, the problem that will be discussed in this paper is how to describe the perspective of the feminism of the characters in the novel by Stephenie Meyer. This paper is examined using descriptive-textual method and sociology literature approach.


Abstrak

Laki-laki maupun perempuan diciptakan sederajat, dan mereka disempurnakan oleh pencipta-Nya dengan diberi hak-hak yang melekat dalam dirinya, hak untuk hidup, kebebasan, dan pencapaian kebahagiaan. Oleh karena itu, penulis dalam makalah kali ini ingin menilik tokoh-tokoh yang berperspektif feminisme dalam novel Twilight karya Stephenie Meyer. Wanita dengan segala dinamika yang ada padanya seolah menjadi bahan dan sumber inspirasi yang tidak akan pernah ada habisnya. Wanita adalah sosok yang mempunyai dua sisi yang sangat berlawanan. Di satu sisi wanita adalah keindahan yang begitu sangat memesona,. Namun, di sisi yang lain, wanita sering dianggap lemah. Berdasarkan itulah, masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimanakah gambaran perspektif feminisme tokoh-tokoh dalam novel karya Stephenie Meyer. Makalah ini dikaji menggunakan metode deskriptif-tekstual dan pendekatan sosiologi sastra.



Keywords


Feminism perspective; Twilight novel

Full Text:

PDF

References


Djajanegara. S. (2000) Kritik Sastra Feminisme Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Fakih. M. (2007). Analisis Gender dan Trasformasi Sosial. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Ibrahim, dkk. (1998) Wanita dan Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Meyer, S. (2005). Twilight. Hachette Book Group USA.

Noer. Redyanto. (2005). Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang. Fasindo.

Ratna, Nyoman Kutha. (2004) Teori,

Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

van Bemmelen, S. Konsep Gender dan Isu Gender di Bidang Pendidikan. (Bali :Semiloka Gender untuk Para Guru/Pendidik Kabupaten/Kota se Bali, . 2003a)

Sugihastuti. (2010). Teori dan Apresiasi Sastra. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Soenarjati, (2004) dalam Suyitno. Kritik Sastra. Surakarta LPP UNS dan UNS Press. 2009.

Scott, Joan W. 1986. "Gender as a useful category of historical analysis." dalam American Historical Review 91.5. 1986.

https://doi.org/10.2307/1864376

Tong, R. P. (1998). Feminist Thought: Pengantar paling Komprehensif kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis, terj. Aquarini Priyatna Prabasmoro. Yogyakarta: Jalasutra.




DOI: https://doi.org/10.26499/kelasa.v15i1.19

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Kelasa Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefOne SearchMorarefRoad

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2019 


KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG

Kompleks Gubernuran, Jalan Beringin II No. 40, Kec. Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Lampung 35221 

 

View My Stats