PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI PENUTUR SUNDA DI KABUPATEN PANGANDARAN JAWA BARAT

Nani Darmayanti

Abstract


Penelitian ini mengkaji pemertahanan bahasa Sunda sebagai alat komunikasi penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran di tengah gempuran migrasi bahasa Jawa dan nasionalisasi bahasa Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua, yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Secara teoretis, pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun secara metodologis, penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Penyediaan data yang dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pangandaran dengan memilih lima kecamatan sebagai daerah pengamatan yang ditentukan berdasarkan arah mata angin, yaitu Kecamatan Cimerak, Kecamatan Sidamulih, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Padaherang, dan Kecamatan Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahasa Sunda masih sering digunakan secara konsisten oleh penutur Sunda di Kabupaten Pangandaran, pada tiga ranah komunikasi, yaitu ranah kekeluargaan, kekariban, dan ketetanggaan; (2) Faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran bahasa Sunda di Kabupaten Pangandaran adalah faktor demografis, faktor geografis, faktor psikososial-ekonomis, dan faktor politis.


Keywords


Pemertahanan Bahasa, bahasa Sunda, Pangandaran, komunikasi

Full Text:

Untitled

References


Arka, I. W. (2017). Kompleksitas Pemertahanan dan Revitalisasi Bahasa Minoritas di Indonesia: Pengalaman Proyek Dokumentasi Rongga, Flores. Masyarakat Indonesia, 37(1), 35–56.

Bachri, B. S. (2010). Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi pada Penelitian Kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 46–62.

Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Bumi Aksara.

Haryono, A. (2012). Perubahan dan perkembangan bahasa: Tinjauan historis dan sosiolinguistik. Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, 18.

Helmanita, K. (2013). Analisis Sosiolinguistik Perubahan Bahasa pada Masa Pra-Pasca Pubertas. Al-Turats, 19(1), 201–215.

Iku, P. F. (2020). Faktor-faktor Pemertahanan Khazanah Lingual Kepadian pada Masyarakat Tutur Bahasa Manggarai. Prolitera, 3(1), 107–111.

Ino, L. (2015). Pemanfaatan Linguistik Historis Komparataif Dalam Pemetaan Bahasa-Bahasa Nusantara. RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(2), 365–378. https://doi.org/10.22225/jr.1.2.41.365-378

Mardikantoro, H. B. (2016). Pemertahanan Bahasa Jawa dalam Pertunjukan Kesenian Tradisonal di Jawa Tengah. LITERA, 15(2), 269–280.

Muslihah, N. N., Dewi, R., & Puspitasari, L. (2018). Pemertahanan Bahasa Sindang pada Masyarakat Kota Lubuklinggau. Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 2(1), 106–118.

Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Cakra Books.

Putri, N. W. (2018). Pergeseran Bahasa Daerah Lampung pada Masyarakat Kota Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 77–86.

Riani. (2012). Permasalahan dalam Perencanaan Bahasa pada Masyarakat Multikultural. Jurnal Madah, 3(2), 164–172.

Salsabila, H. (2011). Akomodasi Komunikasi dalam Interaksi Antarbudaya (Kasus Perantau yang Berasal dari Daerah Banyumasan dalam Mengomunikasikan Identitas Kultural). Universitas Diponegoro.

Simanjuntak, T. (2015). Progres Penelitian Austronesia di Nusantara. Amerta, 33(1), 25–44.

Simatupang, R. R., Rohmadi, M., & Saddhono, K. (2018). Tuturan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Kajian Sosiolinguistik Alih Kode dan Campur Kode). Kajian Linguistik Dan Sastra, 3(2), 119–130.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Sanata Dharma University Press.

Syafi’i, I. (2019). Leksikostatistik Lima Bahasa Nusantara: Bahasa Jawa, Bahasa Madura, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, dan Bahasa Indonesia. BASINDO: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 3(1), 85–93.

Wagiati, Riyanto, S., & Wahya. (2018). Sikap Berbahasa para Remaja Berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung: Suatu Kajian Sosiolinguistik. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 15(2), 213–221.

Wahyuni, S. (2010). Tarik-Menarik Bahasa Jawa Dialek Banyumas dan Bahasa Sunda di Perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat Bagian Selatan sebagai Sikap Pemertahanan Bahasa oleh Penutur. Undip Semarang.

Wijana, D. P. (2018). Pemertahanan dan Pengembangan Bahasa Indonesia (Indonesian Language Maintenance And Development). Widyaparwa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, 46(1), 91–98.

Zid, M., Wahyuni, E. S., Kolopaking, L. M., & Soetarto, E. (2012). Migrasi Internasional Perempuan dan Penguasaan Lahan Pedesaan di Jawa Barat: Antara Resiko dan Penggunaan Remitan. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 11(2), 1–18.




DOI: https://doi.org/10.26499/kelasa.v16i1.174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Kelasa Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefOne SearchMorarefRoad

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2019 


KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG

Kompleks Gubernuran, Jalan Beringin II No. 40, Kec. Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Lampung 35221 

 

View My Stats