REPRESENTASI TANGGUNG JAWAB SEORANG LAKI-LAKI PADA FILM BERSERI BERJUDUL OH! MY SWEET LIAR!

Indrya Mulyaningsih

Abstract


Semakin mudahnya mengakses dan melihat film, penonton harus pandai memilih film yang baik dan mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tanggung jawab seorang laki-laki yang terdapat pada film drama komedi Oh! My Sweet Liar! Penelitian deskriptif ini dilakukan dari November 2020 sampai Februari 2021. Data diperoleh melalui tangkapan layar dari film. Dokumentasi tersebut dianalisis dengan menggunakan pendekatan semiotika dari Roland Barthes. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teori dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang laki-laki tidak hanya sebagai anak, tetapi juga suami, menantu, ayah, dan pemimpin daerah. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun seorang laki-laki memiliki cita-cita untuk dapat hidup sendiri, keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari keluarga dan masyarakat.

The easier it is to access and view films, the audience must choose excellent and educational films. This study aims to analyze the meaning of a man's responsibility in the comedy-drama Oh! My Sweet Liar! This descriptive study was conducted from November 2020 to February 2021. The data were obtained through screenshots from the film and analyzed using Roland Barthes' semiotic approach. The validity of the data was done by triangulating the theory and data sources. The results showed that a man's responsibility was not only as a child but also as a husband, son-in-law, father, and regional leaders. This movie indicates that even if a man has aspirations to live alone, his existence cannot be separated from his family and society.


Keywords


Oh! My Sweet Liar; semiotics of Ronald Barthes; the value of responsibility

References


Afifah, M. (2018). Pendidikan Akhlak Masyarakat Perspektif Hadist. AL-IMAN: Jurnal Keislaman Dan Kemasyarakatan, 2(2), 266–281.

Afrilia, F. R. (2020). Analisis Nilai Karakter Dalam Film Nussa dan Rara Karya Aditya Triantoro. Caruban: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dasar, 3(2), 130. https://doi.org/10.33603/caruban.v3i2.3065

Ardianto E, Komala L, & K. S. (2014). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Arifin, Y. Y. (2013). Lima Sikap Moral dalam Paham Konfusianisme dan Penerapannya di Kehidupan Sehari-hari. Bahasa Dan Budaya China, 4(2), 59–68.

Atabik, A., & Mudhiiah, K. (2014). Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam. Yudisia, 5(2), 293–294.

Barthes, R. (2007). Petualangan Semiologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fahimah, I. (2019). Kewajiban Orang Tua terhadap Anak dalam Perspektif Islam. Hawa, 1(1). https://doi.org/10.29300/hawapsga.v1i1.2228

Fauziyyah, N., & Irman, I. (2019). Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya, 1(1), 69. https://doi.org/10.31958/istinarah.v1i1.1522

Fontaine, M. (2013). Corporate Social Responsibility and Sustainability : The New Bottom Line ? National Louis University. International Journal of Business and Social Science, 4(4), 110–119. Retrieved from www.ijbssnet.com

Hadi, W. (2014). Peranan Front Desk Agent dalam Membentuk Citra Positif di Dunia Perhotelan. Jurnal Khasanah Ilmu, V(2), 1–12.

Halik, A. (2012). Tradisi Semiotika Dalam Teori dan Komunikasi. Makassar: Alauddin University Press.

Iqbal, M. (2018). Representasi Nilai Tnaggung Jawab Kepala Keluarga (Analisis Semiotika Film Bukaan 8 Karya Angga Dwimas Sasongko. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Irawan, Y., & Az-zahra, N. H. (2020). Makna Bunga Mawar pada Film Beauty and The Beast dalam Bingkai Teori Semiotik Roland Barthes. Kelasa, 15(1), 1–14.

Lv, Y., Guo, R., & Li, X. (2017). A Study on American Individualistic Values from the Movie The Pursuit of Happiness, 123(Icesame), 473–477. https://doi.org/10.2991/icesame-17.2017.103

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Manesah, D., Minawati, R., & Nursyirwan. (2018). Analisis Pesan Moral dalam Film Jangan Baca Pancasila Karya Rafdi Akbar. Jurnal Proporsi, 3(2), 176–187.

Marwa, M. (2019). Startegic Family Therapy untuk Mengubah Pola Komunikasi pada Keluarga. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 03(01), 25–37.

Mudjiono, Y. (2011). Kajian Semiotika dalam Film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 125–138.

Nelli, J. (2017). Analisis Tentang Kewajiban Nafkah Keluarga dalam Pemberlakuan Harta Bersama. Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam, 2(1), 29–46. https://doi.org/10.29240/jhi.v2i1.195

Oktavianus, H. (2015). Penerimaan Penonton Terhadap Praktek Eksorsis Di Dalam Film Conjuring. E-Komunikasi, 3(2), 12. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/79600-ID-none.pdf

Piliang, Y. A. (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2015). Pembagian Peran dalam Rumah Tangga pada Pasangan Suami Istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72–85.

Ratna, N. K. (2012). Teori, Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Riwu, A., & Pujiati, T. (2018). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film 3 Dara. Deiksis, 10(03), 212. https://doi.org/10.30998/deiksis.v10i03.2809

Russel III, W. B., & Waters, S. (2013). “Reel” Character Education: Using Citizenship. Chilhood Educationducation, 89(5), 303–309. https://doi.org/10.1080/00094056.2013.830901

Saputri, I. (2019). Konsep Penafsiran Hadits Memuliakan Tamu Terhadap Perilaku Masyarakat di Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe. Jurnal Ushuludin Adab Dan Dakwah, 1(2), 102–130. https://doi.org/10.5281/zenodo.3541393

Smithikrai, C., Longthong, N., & Peijsel, C. (2015). Effect of using movies to enhance personal responsibility of university students. Asian Social Science, 11(5), 1–9. https://doi.org/10.5539/ass.v11n5p1

Subaidi. (2014). Konsep Nafkah Menurut Hukum Perkawinan Islam. Isti’dal: Jurnal Studi Hukum Islam, 1(2), 157–169.

Sulistio, Z. S. (2016). Pesan-Pesan Moral Orang Tua Etnis Tionghoa dalam Mendidik Anaknya. Komunikasi KAREBA, 5(2), 458–476.

Toly, S. R. (2017). The Effect of Environmental Leadership and Head Of Villages’ Knowledge About Conservation On Their Ability In Managing Environment. IJEEM - Indonesian Journal of Environmental Education and Management, 2(2), 1–20. https://doi.org/10.21009/ijeem.022.01

Voegtlin, C. (2016). What does it mean to be responsible? Addressing the missing responsibility dimension in ethical leadership research. Leadership, 12(5), 581–608. https://doi.org/10.1177/1742715015578936

Wijaya, D. (2019). Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Hayya. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa (Semiba), 72–77.

Wiratno, T. (2018). Pengantar Ringkas Linguistik Sistemik Fungsional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zurcher, J. D., Webb, S. M., & Robinson, T. (2018). The portrayal of families across generations in Disney animated films. Social Sciences, 7(3). https://doi.org/10.3390/socsci7030047




DOI: https://doi.org/10.26499/kelasa.v16i1.166

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Kelasa Indexed By

PKP IndexCrossrefCrossrefOne SearchMorarefRoad

 

 

 

 Creative Commons License  

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


@2019 


KANTOR BAHASA PROVINSI LAMPUNG

Kompleks Gubernuran, Jalan Beringin II No. 40, Kec. Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Lampung 35221 

 

View My Stats